Kantor Berita Internasional Ahlulbait -ABNA- Hujjatul Islam Sayyid Jawad Naqvi, Ketua Gerakan Kebangkitan Umat Mustafa (saw), menekankan pentingnya upaya terpadu dalam memerangi terorisme di Pakistan.
Ia menyatakan bahwa terorisme, sektarianisme, dan paham takfiri bukanlah persoalan yang berdiri sendiri, melainkan berbagai bentuk dari apa yang disebutnya sebagai gerakan Khawarij. Menurutnya, penanggulangan ketiga fenomena tersebut merupakan langkah penting untuk mewujudkan keamanan, perdamaian, dan kemajuan Pakistan.
Naqvi menegaskan bahwa upaya melawan terorisme tidak cukup hanya mengandalkan tindakan pemerintah dan aparat keamanan. Perjuangan tersebut juga membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat melalui kontribusi intelektual, budaya, media, dan penelitian.
Menurutnya, terorisme yang melanda Pakistan merupakan persoalan yang harus dihadapi oleh bangsa Pakistan sendiri.
“Seluruh rakyat harus bersatu untuk menghadapi fenomena ini dan memberikan dukungan kepada pemerintah serta aparat keamanan dalam menjalankan upaya pemberantasan terorisme,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa peran masyarakat dalam memerangi terorisme bukan berarti harus mengangkat senjata.
Sebaliknya, warga negara dapat berkontribusi melalui berbagai bidang, seperti pendidikan moral, penguatan keyakinan agama, pengembangan pemikiran, penyebaran pemahaman yang benar, serta kegiatan penelitian dan kajian ilmiah.
Menurut Naqvi, upaya pemberantasan terorisme yang efektif membutuhkan identifikasi terhadap pusat-pusat yang menjadi tempat berkembangnya paham terorisme, pengkajian terhadap akar pemikirannya, serta penelusuran terhadap kelompok dan jaringan yang memberikan dukungan kepada fenomena tersebut.
Ketua Gerakan Kebangkitan Umat Mustafa itu kembali menekankan bahwa perang melawan terorisme tidak hanya berlangsung di medan militer.
“Perlawanan terhadap terorisme juga merupakan pertarungan wacana dan narasi. Dalam bidang ini, media, kelompok keagamaan, universitas, para dosen, peneliti, cendekiawan, penyair, dan penulis harus memainkan peran bersama militer dan aparat keamanan,” tegasnya.
Menurutnya, memperkuat sikap resmi pemerintah dalam menghadapi terorisme melalui landasan ilmiah, pemikiran, dan penelitian merupakan kebutuhan penting dalam situasi saat ini.
Untuk menghadapi fenomena tersebut, perlu dibangun suatu lingkungan yang memungkinkan para pemikir dan pakar yang kompeten menjalankan peran mereka secara aktif.
Melalui kajian, penelitian, argumentasi ilmiah, serta penyampaian sikap yang jelas, para cendekiawan diharapkan dapat memberikan pemahaman dan membimbing opini publik dalam menghadapi bahaya terorisme.
Naqvi juga meminta pemerintah agar tidak hanya mengandalkan pembentukan komite-komite yang bersifat seremonial.
Ia mendorong pemerintah untuk melibatkan individu-individu yang memiliki kesungguhan, keahlian, dan pengaruh nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, pemerintah perlu menyediakan ruang bagi mereka untuk bekerja secara praktis, memberikan kepercayaan, serta menghargai kontribusi mereka dalam membangun wacana nasional yang efektif untuk melawan terorisme.
Lebih lanjut, Naqvi menegaskan bahwa pemberantasan terorisme di Pakistan tidak akan tercapai hanya melalui kebijakan pemerintah dan operasi keamanan.
Diperlukan pula perjuangan yang sungguh-sungguh dalam bidang pemikiran dan keyakinan.
Oleh karena itu, selain melaksanakan langkah-langkah keamanan, pemerintah dan masyarakat juga perlu mengidentifikasi serta menghadapi akar pemikiran dan berbagai jaringan yang memberikan dukungan terhadap terorisme.
Komentar Anda